Laman

Jumat, 11 Januari 2013

Pengenalan Komponen Pada Handphone

Pendahuluan

Didalam perangkat handphone banyak komponen yang digunakan seperti: Transistor, IC (Intergrated Circuit)atau bisa di sebut juga chip, Dioda, dan sebagainya. Untuk dapat mengerti bekerjanya rangkaian pada perangkat handphone maka harus dipelajari dulu sifat dari komponen-komponen yang penting. Pada bab ini akan dibicarakan komponen-komponen yang terdapat pada perangkat handphone secara garis besar dan bekerjanya rangkaian yang penting.

Komponen yang terdapat pada perangkat handphone dapat di klasifikasikan menjadi dua bagian, yaitu komponen internal dan external.

Komponen internal adalah komponen yang terdapat pada mesin handphone, dimana komponennya terpasang pada papan PCB (Printed Circuit Board). Komponen internal dapat digolongkan sebagai berikut, yaitu:

Komponen pasif

Yang dimaksud dengan komponen pasif adalah komponen-komponen elektronik yang tidak dapat menghasilkan tenaga apabila dialiri listrik.
Beberapa contoh komponen yang termasuk pasif adalah: tahanan (Resistor), Kapasitor (kondensator),dan sebagainya.

Resistor
Tahanan listrik dalam bidang elektronika disebut juga resistor atau resistance. Dalam bahasa belanda dikenal dengan nama Werstand (basa aki2 nih).
Tahanan listrik adalah komponen yang paling banyak dipergunakan dalam rangkaian elektronika ,hal ini di sebabkan karena sifat dan fungsi dari tahanan itu sendiri.
Besar kecilnya nilai tahanan dapat dinyatakan dengan satuan Ohm atau ditulis dengan huruf latin Ω (omega) dan notasinya ditulis dengan huruf R. misalnya R100K = 100.000Ω = 100Kilo Ohm.
Lambang dari tahanan adalah seperti pada gambar di bawah ini:
Fungsi dari pemasangan tahanan (resistor) dalam suatu rangkaian adalah:

sebagai pembatasan atau pengatur arus.
Sebagai pengatur tegangan.
Sebagai pembagi tegangan.


Kondensator

Seperti halnya resistor, kondensator termasuk salah satu komponen pasif yang banyak dipergunakan dalam rangkaian elektronika.
Kondensator dalam bidang elektronika disebut juga kapasitor atau condenser.
Kapasitor berasal dari kata Capasitance atau kapasitas yang artinya adalah kemampuannya untuk menyimpan muatan listrik untuk sementara waktu.
Pada Handphone modern kapasitor yang biasa di pakai sudah berupa SMD (surface Mount Device) . Kapasitor SMD dengan kapasitor yang biasa kita lihat pada pesawat TV jelas berbeda ukuran namun memiliki fungsi yang sama.

Kapasitor dibagi dalam jenis, yaitu:

Kapasitor Bipolar:
Adalah kapasitor yang memiliki 2 kutub polaritas positif dan negative dalam hal pemasangan kapasitor jenis ini harus memperhatikan kutub-kutubnya dan tidak boleh terbalik.

Kapasitor Nonpolar:
Adalah Kapasitor tanpa kutub yang memiliki fungsi menyimpan muatan listrik sementara. Hanya saja kapasitor ini boleh dipasang sembarangan alias tidak perlu memperhatikan kutub-kutubnya.
Besarnya kapasitasnya kondensator dinyatakan dengan satuan farad (F) dan notasinya ditulis dengan huruf kapital C.
Nama farad diambil sebagai tanda penghargaan kepada seorang pencipta kondensator yang bernama Michael Faraday.
Dalam praktek biasanya satuan Farad (F) dianggap sangat terlalu besar, sehingga dalam pemakaiannya satuan farad diperkecil menjadi:

Mikro Farad disingkat µF
Nano Farad disingkat nF
Piko Farad disingkat pF

Perbandingan satuan-satuan tersebut adalah:

1 Farad (F) = 1.000.000 µF (µF=mfd)
1 mikro Farad (µF) = 1.000 nF
1 nano Farad (nF) = 1.000 pF


Tujuan penggunaan kondensator dalam suatu rangkaian elektronika adalah dengan maksud:

Sebagai dekopling antara rangkaian yang satu dengan yang lainnya (pada rangkaian Power Supply).
Sebagai filter dalam rangkaian Power Supply.
Sebagai pembangkit frekuensi dalam rangkaian antenna dan RF(Radio Rrequency).
Menghilangkan bouncing/Spike (loncatan api) bila dipasang pada saklar.
Lambang Kapasitor adalah seperti gambar berikut ini:
Gambar Kapsitor
Bipolar

Gambar Kapsitor Nonpolar



Komponen aktif
Yang dimaksud dengan komponen aktif adalah komponen elektronika yang bila dialiri aliran listrik atau signal akan menghasilkan tenaga.
Yang termasuk dalam komponen aktif diantaranya adalah: Dioda Semikonduktor, Transisitor, Intergrated Circuit/Chip (IC).

Dioda Semikonduktor
Dioda adalah suatu bahan semikonduktor yang dibuat dari bahan yang disebut PN Junktion yaitu suatu bahan campuran yang terdiri dari bahan positif (P type) dan bahan negative (N type).

Bahan positif (P type) adalah bahan campuran yang terdiri dari Germanium atau Silikon dengan Aluminium yang mempunyai sifat kekurangan electron dan bersifat positif.

Bahan negative (N type) adalah bahan campuran yang terdiri dari Germanium atau Silikon dengan Fosfor yang mempunyai kelebihan electron dan bersifat negative.
Apabila kedua bahan tersebut dipertemukan maka akan menjadi komponen aktif yang disebut Dioda.



Pada gambar terlihat bagian yang terdiri dari bahan P type akan membentuk kaki yang disebut kaki Anoda dan bagian yang terdiri dari bahan N type akan membentuk Katoda. Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa dioda adalah komponen yang memiliki 2 buah kaki seperti terlihat pada symbol dibawah ini.


Pada dioda, arus listrik hanya dapat mengalir dari kutub Anoda ke kutub Katoda sedangkan arus yang mengalir dari Katoda akan ditahan oleh bahan katoda.
Dengan adanya prinsip seperti ini Dioda dapat dipergunakan sebagai:

Penyearah arus.
Pengamanan arus
Pemblokir arus
Penurun Tegangan
Info lebih tentang Dioda

Transistor

Kalau kita perhatikan hampir dalam setiap rangkaian elektronika masa sekarang ini banyak di jumpai satu atau beberapa buah komponen yang bentuknya kecil dan warnanya hitam yang dilengkapi dengan 3 buah kaki. Komponen tersebut dinamakan transistor. Transistor tersebut termasuk juga dalam jenis komponen aktif.

Nama transistor berasal dari kata transfer dan resistor, transfer artinya mengalihkan atau membuat perubahan sedangkan resistor adalah suatu bahan penghambat arus listrik.

Jadi arti dari transistor adalah merubah bahan yang tidak dapat menghantarkan aliran listrik menjadi bahan penghantar atau setengah penghantar atau disebut juga bahan semikonduktor.

Transistor pada umumnya dipergunakan sebagai penguat atau amplifier.
Seperti juga halnya dengan dioda, transistor juga dibuat dari bahan germanium, silicon dan indium atau iridium.

Transistor sendiri sebenarnya adalah hasil pengembangan dari 2 buah dioda jenis PN dan NP yang dipertemukan sehingga akan membentuk atau elektroda yang berfungsi sebagai pengontrol pertemuan antara bahan PN dan NP tersebut.

Transistor dibagi menjadi beberapa jenis diataranya nampak pada simbol gambar:
Transistor di bawah ini bertipe PNP


Transistor di bawah ini bertipe NPN

Fungsi dari transistor:

Sebagai Penguat
Sebagai Saklar elektrik otomatis
Untuk modulasi sinyal
Penstabil tegangan
Info lebih lanjut tentang transistor

IC (Intergrated Circuit).

Perkembangan teknologi elektronika telah berkembang dengan pesatnya. Hal ini ditandai dengan bermunculannya produk-produk baru yang disebut Intergrated Circuit (IC). Komponen IC tersebut dibentuk dari beberapa macam komponen dirangkai menjadi satu rangkaian yang terintergrasi dalam bentuk sebuah chip.
Dengan memasang beberapa buah komponen IC telah memungkinkan seseorang dapat menciptakan suatu perangkat elektronika yang modern seperti computer dan yang lainnya.

Bentuk fisik dari komponen IC adalah kecil dan berwarna hitam yang dibuat dari bahan silicon.
Berbeda dengan transistor, sekalipun bentuknya kecil, IC memiliki banyak kaki. Banyaknya kaki tergantung dari banyaknya komponen yang membentuk IC tersebut.

Fungsi dari IC tentunya akan bermacam-macam tergantung rangkaian yang diintergrasikannya itu. Perkembangan IC Handphone

Perkembangan teknologi Hanphone pada generasi sekarang begitu pesat, sehingga fungsi handphone makin canggih dengan tambahan-tambahan fitur seperti kamera digital, radio, lcd berwarna dengan resolusi tinggi dll.

Pada handphone generasi lama ukurannya begitu besar, padahal belum terdapat fitur-fitur canggih di dalamnya. Mungkin yang kita bayangkan sebelumnya jika handphone di tambah fitur-fitur canggih maka ukuran handphone akan makin besar.

Dengan kemajuan teknologi semikonduktor yaitu IC (Intergrated Circuit) ukuran Handphone makin kecil padahal terdapat tambahan-tambahan fitur didalamnya. Hal tersebut di sebabkan rangkaian system handphone sudah banyak yang di gabungkan di dalam satu IC, sehingga sudah tidak lagi membutuhkan tempat yang besar. Akan tetapi bila bermasalah pada salah satu system tersebut, maka harus diganti keseluruhannya karena sudah dibuat satu packing.

IC yang paling banyak dipasaran diantaranya:

UEM
Pada ponsel Nokia terdapat IC UEM (Universal elktronik module), pada IC tersebut merupakan gabungan subsistem :
Power supply
Control charging
UI driver
Multy mode converter
Audio amplifier
Eeprom
Booster SIMCard
Dll

Helga dan Mjoiner
Pada ponsel nokia terdapat IC Helga dan Mjoiner, pada IC tersebut merupakan gabungan subsistem:
Processor RF
LNA (low noise Amplifier)

CCONT
IC CCONT terdapat pada ponsel nokia type lama seperti:3310,8210,2100. pada IC tersebut merupakan gabungan subsistem:
Power Supply
Booster Sim Card

COBBA
IC COBBA terdapat pada ponsel nokia type lama seperti:3310,8210,2100. pada IC ini terdapat SubSistem DSP (Digital Signal Proccesor) yang meliputi:
Multy Mode Converter (A/D-D/A Converter)
Audio Proccesor


Hagar
IC Hagar terdapat pada ponsel nokia type lama seperti:3310,8210,2100. pada IC ini terdapat SubSistem Proccesor RF (Buffer)

Komponen Eksternal

komponen external adalah komponen yang terdapat pada handphone, dimana komponennya terpasang di luar papan PCB (Printed Circuit Board).komponen external dapat diklasifikasikan dalam beberapa bagian, yaitu:


Komponen UI (User Interface)


Keypad/Keyboard

Keyboard/keypad adalah alat perintah kepada sistem baseband, dimana perintah-perintah tersebut untuk meng-input alfanumerik dan grafis, diantaranya:
Tombol on/off
Tombol untuk mengetikan angka, huruf.
Tombol perintah dari pengguna (menu

Mikrophone/MIC
Input suara yang dihasilkan oleh suara manusia akan diterima oleh mikrophone/Mic. Dimana gelombang suara tersebut akan dirubah menjadi gelombang elektromagnetik untuk diteruskan kepada sistem audio prosesor lalu dipancarkan menjadi sinyal RF.


Earpeace/Speakers

Output pada audio proccesor masih berbentuk gelombang elektromagnetik dan akan di teruskan ke sebuah earpiece/speaker untuk dirubah menjadi getaran suara yang akan merambat pada udara agar dapat didengar oleh telinga manusia. Gelombang rekuensi yg dihasilkan Earpiece adalah 20Hz sampai 20kHz saja.

LCD

Lcd merupakan alat media informasi yang berbentuk tampilan layar pada ponsel. Lcd terdapat berbagai macam model, pada ponsel type lama lcd masih hitam putih dan pada ponsel sekarang sudah berwarna dimana sistem pewarnaannya pun berbeda-beda kualitasnya tergantung dari banyaknya warna yang akan tertampil dan banyaknya sel pada layar tersebut yg biasa disebut pixel.

Buzzer
Alat output yang berfungsi untuk mengubah gelombang elektromagnetik yang di berikan oleh baseband menjadi gelombang suara yang merambat pada udara dimana rambatan gelombang tersebut akan terdengar oleh manusia sebagai music tandanya telepon masuk atau sms masuk.

Vibrator
Vibrator merupakan motor listrik kecil (dinamo) yang mempunyai bandul yang tidak seimbang, disaat bandul tersebut berputar dengan cepat, maka akan menghasilkan getaran lembut yang akan terasa oleh kita. sangat berguna sebagai isyarat panggilan masuk jika HP tidak ingin dibunyikan oleh Buzzer.

LED
Berfungsi sebagai penerangan pada layar tampilan (LCD) juga pada keypad. Led merupakan dioda yang akan menghasilkan cahaya jika diberi muatan listrik oleh bagian baseband dalam sistem Handphone.

Infra Red
Infrared dapat difungsikan sebagai media pengiriman data ataupun penerimaan data, prosesnya yaitu dengan menggunakan signal infra merah ponsel dapat di koneksikan dengan komputer ataupun kepada ponsel lain.

Bluetooth
Bluetooth fungsinya sama dengan inframerah hanya saja pada bluetooth menggunakan sistem radio untuk pengiriman ataupun penerimaan data. Kualitas bluetooth lebih baik ke timbang menggunakan infra red karena bluetooth dapat di gunakan pada jarak yang cukup jauh bahkan bisa mencapai 1kilometer dan tidak terpengaruh oleh halangan – halangan.


Kamera
Berfungsi mengabadikan objek gambar diam maupun bergerak untuk di simpan kedalam memory. Pada sebuah HP modern keberadaan kamera digital sudah tidak asing lagi.

Komponen Konenksi
Komponen koneksi adalah komponen yang akan mengkoneksikan dengan alat lain, seperti charge, kartu sim, dll.

Konektor Battrey
Konektor battery alat yang menghubungkan battery dengan mesin ponsel.

SIM Reader Connector
Simcard reader adalah komponen untuk mengkoneksikan kartu SIM kepada mesin ponsel.


Plug In
Plug in adalah komponen untuk mengkoneksikan trafo charge, handsfree, kepada mesin ponsel.


Rubber Connetor
Rubber terbuat dari karet silicon yang mempunyai serat penghantar untuk mengkoneksikan LCD atau biasanya digunakan untuk mengkoneksikan Microphone ke PCB.

Fleksibel
Fleksibel merupakan sebuah alat penghatar seperti kabel, hanya saja terdapat banyak jalur. Fleksibel biasanya digunakan untuk mengkoneksikan LCD ke PCB.


Keytone
keytone adalah alat untuk menghubungkan interface keypad, bahan yang menghubungkannya ada yang menggunakan bahan karbon dan terbuat dari seng. Biasanya yang terbuat dari karbon sering kali rusak.


Dikutip dari Blog Sahabatku dan ditulis kembali oleh OprekHP dengan ijinnya.


UEM (universal energy management) NOKIA

1 comments
U.E.M/UEM singkatan dari Universal Energy Management.

Didalam UEM terdapat beberapa sirkuit yang berperan penting bagi ponsel. Berbeda dengan Nokia gererasi DCT3, UEM adalah gabungan dari beberapa ASICs (Application Specific Integrated Circuits) seperti: CCONT, COBBA, CHAPS dan UI DRIVER.

Beberapa spesifikasinya adalah:

* Crystal oscillator (32 kHz)
Setiap Sistem Ponsel dapat ditemukan Oscilator yang berukuran kecil yang mampu menghasilkan denyut sebesar 32KHz. UEM yang akan memberikan tegangan dan mengendalikan Crystal Oscilator ini untuk selanjutnya diteruskan kepada UPP.

* 32 kHz Startup RC oscillator
Disaat ponsel dalam keadaan Power-down, Clock dari RF Processor belum dapat diberikan kepada UPP, agar ponsel dapat melakukan power-up dibutuhkan Clock untuk Logic System kepada UPP. Untuk keperluan tersebut dibutuhkan Sleep Clock yang dihasilkan oleh Crystal Oscilator 32 kHz.

* Real time clock logic
Jam, Tgl, Alarm dibutuhkan Clock Logic yang diberikan juga oleh Crystal Oscilator 32kHz.

* Regulator Baseband & RF
UEM diberikan tegangan utama oleh battery sebesar 3,7Volt (VBATT). UEM mempunyai peran sebagai pendistribusi tegangan / regulator ke semua sistem berdasarkan kebutuhan tegangan yang diperlukan di setiap sistemnya.

Berikut ini adalah pendistribusian UEM:

Regulator Baseband:
VCORE, berfungsi untuk pemrograman yang membutuhkan tegangan sekitar 1.0 – 1.8 Volt - 200mA ke UPP (VCORE DSP & VCORE MCU)

VANA, berfungsi memberikan tegangan sebesar 2.8 Volt – 80mA untuk fungsi sistem analog (Btemp, VCXO Temp)

VIO, berfungsi memberikan tengan sebesar 1.8 Volt – 150mA untuk Logic I/O (Input/Output Logic: MMC Level Shifter, IR, IC Flash & SDRAM, Bluetooth, LCD, ) dan UEM Logic.

VFLASH1, berfungsi memberikan tegangan utama sebesar 2.8 Volt – 70mA kepada IR, Bluetooth, LCD, LED Driver dan tegangan kepada BSI.

VFLASH2/VAUX, berfungsi memberikan tegangan sebesar 2.8 Volt – 40mA untuk FM Radio dan Accesories lainnya.

VSIM, berfungsi memberikan tegangan sebesar 1.8 – 3.0 Volt – 25mA untuk SIM Card

Regulator RF:
VR1, memberikan tegangan sebesar 4.75 Volt – 10 mA kepada VCP

VR2, memberikan tegangan sebesar 2.78 Volt – 100 mA kepada: VRF_TX, MODOUTP_G_TX, MODOUTM_G_TX, MODOUTP_P_TX, MODOUTM_P_TX,

VR3, memberikan tegangan sebesar 2.78 Volt – 20 mA kepada: VDIG, Out Clock VCTXO (Osc 26MHz)

VR4, memberikan tegangan sebesar 2.78 Volt – 50 mA kepada: VRF_RX, VF_RX, VPAB_VLNA

VR5, memberikan tegangan sebesar 2.78 Volt – 50 mA kepada VPLL, VLO, VPRE,

VR6, memberikan tegangan sebesar 2.78 Volt – 50 mA kepada VRXBB

VR7, memberikan tegangan sebesar 2.78 Volt – 45 mA kepada: VCO,

* Charging functions
Proses pengisian battery pada ponsel dikontrol pula oleh UEM. UEM telah menyimpan Charging Control didalamnya yang berfungsi sebagai pengaturan proses pengisian Battery. Ponsel akan secara otomatis memutuskan arus dari charger kepada Battery bila tegangan Battery telah mencapai batas tegangan maksimal walaupun Charger masih terhubung kepada Ponsel, sebaliknya jika tegangan Battery dibawah tegangan maksimal maka arus dari charger akan terus diberikan kepada Battery.

* 11-channel A/D converter (MCU controlled)
Didalam UEM tersimpan 11Channels Analog to Digital Converter yang digunakan untuk bandgap reference dan voltage reference, bagian ini yang akan mengukur BSI, Btemp,Vcharge.

o Battery Voltage Measurement A/D Channel (Internal)

o Charger Voltage Measurement A/D Channel (Internal)

o Charger Current Measurement A/D Channel (External)

o Battery Temperature Measurement A/D Channel (External)

o Battery Size Measurement A/D Channel (External)

o LED Temperature measurement A/D Channel (External)

* Interface FBUS dan MBUS
FBUS & MBUS digunakan untuk transfer data dari komputer ke ponsel, seperti proses (Flash Programming), File Manager, dll. Data tersebut selanjutnya akan masuk dan tersimpan pada UPP dan IC Flash.

* Security Logic (Watchdog)
Watchdog tersimpan di dalam UEM, pertama digunakan untuk controlling system power-on dan power-down. Kedua digunakan untuk blok keamanan dan penyimpanan IMEI, Watchdog akan mengontrol IMEI yang berada di ROM UEM dengan IMEI yang tersimpan didalam IC Flash, bila terdapat perbedaan IMEI antara IMEI di UEM dan IMEI di Flash maka Watchdog akan memberikan perintah Shutdown dalam waktu 13detik.
Contoh watchdog bisa terjadi apabila UPP mengenali IMEI yg tidak sinkron seperti di bawah ini:
IMEI UEM: 35153200064744
IMEI IC Flash: 35153200147706

* FLASH memory untuk IMEI pada UEM
Didalam UEM terdapat tempat yang digunakan untuk menyimpan data IMEI dan Tuning Values. Sifat penyimpanan data IMEI di UEM bersifat OTP (One Time Programming) dimana data IMEI hanya dapat ditulis satu kali saja dan tidak dapat dihapus atau diganti, oleh karena itu UEM bekas atau yang pernah dimasukan nomor IMEI tidak dapat digunakan kepada Ponsel yang lainnya, terkecuali bila IMEI yang berada di IC Flash dapat disamakan kembali dengan IMEI UEM itu sendiri. Proses mensikronkan IMEI kembali biasa disebut Calculate RPL. Tentu saja IMEI yang ada pada IC flash saja yang dapat ditulis kembali.

Bila IMEI yang berada di UEM bermasalah atau korup maka UEM ini sudah tidak dapat digunakan atau tidak dapat diperbaiki lagi! IMEI UEM yang korup dapat dikenali dengan mudah
bila kita melakukan info pada box flasher dan tertera:
IMEI UEM: 351p32e%064724 << imei pada UEM ini sudah tidak menampilkan data numerik lagi!
Tidak ada solusi apapun selain menggantinya dengan yang baru.
Pada kasus diatas biasanya ponsel nokia akan menampilkan IMEI ????????? bila kita mengetikan kode berikut: *#06# <dimana IMEI yang berada pada UEM sudah berbeda dengan IMEI yang seharusnya, walaupun hanya terdapat satu angka saja yang berbeda. Hal ini menyebabkan ponsel tidak dapat menerima kartu sim(GSM) dan akan mati otomatis dalam beberapa detik.

* IR interface level shifters
Digunakan untuk driver dan regulator Infra red, data tersebut selanjutnya akn diteruskan kepada UPP.

* Interface LED, Buzzer dan vibrator
Vibrator, Keyboad LED, LCD LED dikendalikan oleh Subsystem UI Driver yang berada didalam UEM. Perintah kepada UI Driver ini diberikan oleh UPP, UPP hanya memberikan tegangan perntah yang sangat rendah sekali maka itu dibutuhkan Driver agar dapat memberikan arus yang cukup kepada Vibrator, Keyboad LED, LCD LED, buzzer, dan interface lainnya

* Audio codec
Earphone, Microphone, IHF Speaker, Handsfree dapat berfungsi karena terdapat Subsistem Audio Codec yang tersimpan pada UEM. Subsistem ini berfungsi untuk merubah signal data informasi digital menjadi signal Audio, agar signal audio tersebut dapat didengar oleh manusia dibutuhkan penguatan (Audio Amplyfier) sebelum diteruskan ke Speaker dan Microphone, signal Audio tersebut mempunyai Frekuensi sebesar 20Hz sampai 20kHz.

* SIM interface
SIM Card merupakan komponen aktif yang mempunyai Microchip didalamnya, setiap yang bersifat komponen aktif maka dibutuhkan supply tegangan kepadanya, tegangan SIM Card diberikan oleh UEM dari Subsystem Regulator Baseband sebesar 1,8 Volt – 3Volt, sedangkan SIM Clock, SIM Reset, SIM I/O data diberikan melalui Subsistem Interface, dimana SIM Interface telah menyimpan SIM Detector dan SIM IF Driver

* Serial control interface (Cbus & Dbus Controled)
Bagian ini yang akan mengontrol interface penggunaan transmisi data antara UEM dan UPP diterapkan melalui CBUS dan DBUS untuk MCU Subsystem yang tersimpan didalam UPP.

* Auxiliary A/D converted (DSP controlled)
Sebagai alat bantu untuk konfersi signal analog menjadi signal digital yang digunakan untuk pengendali DSP Subsystem yang tersimpan didalam UPP, bagian ini akan berperan pada: Digital Speech Processing dan PDM Coded Audio.

* RF interface converters
Telah kita pahami sebelumnya bahwa Modul RF mempunyai karakter signal analog sedangkan Baseband mempunyai karakter digital, agar kedua Modul ini dapat berkesinambungan satu sama lain, dibutuhkan suatu konversi atau penerjemah signal analog menjadi signal digital (A/D Converter) dan signal digital menjadi signal analog (D/A Converter). RF Interface Converter biasa juga disebut Multy Mode Converter yang merupakan rangkaian penghubung antara Modul RF dengan UPP.

1 komentar: